Jumat, 06 Juli 2012

Gulai Kambing Maknyus Banjarmasin

 Ingin makan malam yang beda dari hari biasa? Cobalah makan gulai kambing di waroeng alfianz di Jalan A.yani km.5.5, Banjarmasin. Letaknya persis di depan komplek banjar indah permai. Walau tempatnya sederhana, di sebuah waroeng, setiap jam habis maghrib sampai subuh, jangan harap mudah dapat kursi.

Tempo makan siang ke tempat ini pada 15 Mei 2012. Begitu masuk, di sebelah kiri dipajang sebaskom besar gulai kambing dengan kuah berwarna merah. Tidak seperti rumah makan Padang lainnya dengan berbagai menu, satu-satunya menu di sini hanya gulai kambing.

Layanannya cepat. Begitu duduk, Tempo sudah disuguhi es goyang alias es teh dengan sedikit gula dan batu es, serta kobokan tempat cuci tangan yang diberi seiris jeruk nipis. Pesanan yang datang terdiri dari sepiring nasi putih dan gulai kambing yang beraroma rempah. Ada beberapa potong daging kambing di dalam kuah yang merah.

Untuk sayuran, disajikan daun ubi kayu rebus atau daun singkong dan irisan ketimun. Ada juga sambal lado hijau sebagai pelengkapnya. Tak lupa kerupuk jangek atau kerupuk kulit. Tamu yang lain langsung menaburkan kerupuk jangek ke dalam gulai kambingnya.

Tempo pun tak sabar segera menyantap godaan gulai itu. Gulai kambingnya tidak terlalu pedas, dagingnya juga empuk. Sebagian daging masih menempel di tulangnya. Ada juga potongan jeroan dan daging tetelan. Rasanya betul-betul sedap. Aroma rempahnya mirip kari, tapi tak terlalu tajam. Kuahnya juga encer, walaupun menggunakan santan.

Untuk kali ini, Tempo menyingkirkan sambal lado hijau karena pedas sekali. Sebab merusak kenikmatan menyantap gulai kambing. Namun banyak juga tamu yang terlihat menyantap gulai kambing dan sambal cabai hijaunya sampai keringatan dan makannya jadi lebih cepat seperti balapan.

Ali Basar, salah seorang tamu, mengatakan sudah menjadi pelanggan gulai kambing Haji Muslim sejak rumah makan ini dibuka pada 1990. “Dibandingkan di tempat lain, di sini gulainya lebih enak, tidak terlalu pedas, bumbunya pas, daging kambingnya empuk, tidak keras dan enggak bau,” kata Kepala Dinas Inforkom Padang ini. Walaupun langganan, ia membatasi makan gulai sekali sebulan, takut hipertensi.

Apa rahasia kelezatan gulai kambing Haji Muslim? Ini tergantung cara mengaduk bumbunya dan bahan. "Membuat gulai kambing ini sudah saya pelajari sejak masa muda dulu, sering bantu-bantu masak di rumah makan punya paman saya dan banyak belajar dari turunan India, Arab, yang ada di Padang,” kata Haji Muslim, 78 tahun.

Justru sekarang, kata dia, "Orang India juga banyak yang makan gulai kambing saya, loh, katanya lebih enak dari kari kambing mereka." Seporsi gulai kambing dengan nasi putih dan sayurannya harganya Rp 22 ribu. 

Kalau bosan dengan gulai daging, ada pilihan gulai kepala kambing. Menurut Haji Muslim, setiap hari tersedia empat gulai kepala kambing karena tiap hari empat ekor kambing dimasak di dapurnya. Gulai kepala ini utuh dihidangkan dalam piring, tanpa telinga, tanpa rahang, namun masih ada daging di pipi, otak, lidah, dan mata di dalam rongganya. “Kepala kambing ini selalu habis setiap hari, seporsi hanya Rp 44 ribu,” kata Haji Muslim.